Article Detail
Color Code Challenge
Surabaya, 11 Februari 2026
Keceriaan dan semangat belajar
terpancar dari wajah anak-anak kelas TKB Santo Carolus hari ini. Dalam kegiatan
bertajuk Color Code Challenge, mereka diajak mengikuti aktivitas coding
warna dan tulisan yang seru, interaktif, dan penuh tantangan. Suasana kelas
berubah menjadi ruang eksplorasi yang menyenangkan, di mana setiap anak
berkesempatan belajar melalui pengalaman langsung.
Guru menyiapkan berbagai media
pembelajaran yang menarik, seperti gelas plastik berwarna, bola-bola kecil
dengan warna berbeda, serta kertas kecil berisi instruksi tulisan warna.
Anak-anak diminta untuk membaca atau mengenali tulisan yang tertera, kemudian
mencocokkannya dengan warna bola yang sesuai untuk dimasukkan ke dalam gelas
yang tepat. Meski terlihat sederhana, kegiatan ini membutuhkan ketelitian,
fokus, dan kemampuan memahami instruksi dengan baik.
Saat kegiatan berlangsung,
anak-anak tampak antusias dan serius memperhatikan setiap instruksi. Mereka
belajar mengenali kata-kata sederhana seperti “merah”, “kuning”, “biru”, dan
warna lainnya. Bagi sebagian anak, ini menjadi latihan membaca awal yang menyenangkan.
Bagi yang belum lancar membaca, mereka belajar mengenali bentuk huruf dan
menghubungkannya dengan warna yang sudah mereka ketahui. Proses ini membantu
memperkuat kemampuan literasi dasar secara alami dan kontekstual.
Tidak hanya melatih kemampuan
membaca, Color Code Challenge juga mengasah keterampilan berpikir logis
dan sistematis. Anak-anak belajar bahwa setiap instruksi harus diikuti dengan
tepat. Mereka harus berpikir sebelum bertindak, memastikan warna yang dipilih
benar-benar sesuai dengan tulisan yang ada. Ketika terjadi kesalahan, mereka
diajak untuk mencoba kembali dan mencari solusi. Di sinilah kemampuan problem
solving berkembang secara perlahan namun bermakna.
Selain itu, koordinasi mata dan
tangan anak juga terlatih saat mereka mengambil bola dan memasukkannya ke dalam
gelas yang sesuai. Aktivitas ini memperkuat motorik halus sekaligus
meningkatkan konsentrasi. Anak-anak belajar bekerja dengan sabar, bergantian,
serta menghargai proses belajar teman-temannya.
Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa
percaya diri. Setiap keberhasilan kecil—saat warna dan tulisan berhasil
dicocokkan dengan benar—menjadi momen yang membanggakan bagi mereka. Senyum
lebar dan sorak kecil penuh kegembiraan menghiasi suasana kelas. Pembelajaran
pun terasa hangat, positif, dan penuh dukungan.
Melalui kegiatan sederhana namun
bermakna ini, anak-anak tidak hanya mengenal warna dan tulisan, tetapi juga
membangun fondasi berpikir komputasional sejak dini: memahami instruksi,
mengenali pola, mengikuti langkah-langkah, serta memecahkan masalah secara
mandiri. Inilah wujud pembelajaran aktif yang kami hadirkan di KB-TK Santo
Carolus.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan sikap disiplin dan tanggung jawab sejak dini. Anak-anak belajar menunggu giliran, mengikuti aturan permainan, serta menyelesaikan tugas yang diberikan hingga tuntas. Guru memberikan pendampingan dengan penuh kesabaran, mendorong anak untuk berani mencoba dan tidak takut melakukan kesalahan. Interaksi yang terjalin selama kegiatan turut melatih kemampuan sosial, seperti bekerja sama dan saling memberi semangat. Dengan pendekatan belajar yang menyenangkan dan bermakna seperti ini, diharapkan anak-anak semakin siap menghadapi tantangan pembelajaran selanjutnya dengan rasa ingin tahu yang tinggi dan semangat yang terus bertumbuh.
Penulis: Chintiya
-
there are no comments yet
