Article Detail
Menumbuhkan minat baca sejak dini
Setiap anak adalah investasi yang paling berharga bagi orang tua. Banyak orang tua menaruh harapan besar pada anaknya. Setiap orang tua menginginkan anak-anak mereka cerdas dan memiliki wawasan yang luas, kecerdasan dapat dipupuk sejak usia dini. Usia 4-6 tahun adalah masa “Golden Age” dimana sel-sel otak cepat sekali untuk dirangsang sehingga anak cepat menghafal, selalu ingin bertanya dan berusaha mencoba hal-hal baru serta bereksplorasi. Ikut mendukung program “Surabaya sebagai kota literasi”, dengan mulai digerakkan pembiasaan membaca pada peserta didik jenjang SD-SMA serta menjamurnya Taman Bacaan Masyarakat (TBM) disetiap taman kota hingga balai RW. Tak mau ketinggalan kamipun anak-anak TK Santo Carolus ikut dalam gerakan budaya membaca. Meskipun belum mengerti kata literasi karena sulit dipahami anak usia dini, tetapi mudah diterapkan jika dilakukan secara sungguh-sungguh dan konsisten.
Berawal dari keprihatinan para guru karena beberapa anak mulai tidak tertarik dengan buku meskipun gambarnya bervariasi dan menarik, mereka lebih senang menonton video dan bermain game (gadged) dengan asyik tanpa bercerita apalagi berinteraksi dengan temannya. Oleh sebab itu pada semester II anak-anak TK.A dan TK.B diminta membawa buku cerita bergambar dari rumah. Kegiatan membaca buku dilaksanakan saat anak-anak menunggu bel masuk kelas dan saat pulang menunggu jemputan (antar-jemput). Dengan kegiatan membaca buku, meskipun TK.A pada umumnya membaca gambar, diharapkan sejak usia dini anak-anak memiliki minat membaca, mampu berinteraksi dengan teman, berani menceritakan isi buku/gambar yang dibaca atau dilihatnya secara sederhana. Guru meupun karyawan ikut terlibat dengan melayani buku yang dibukanya, mendampingi anak dan menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan anak.
Kegiatan yang asyik dan seringkali membuat geli kalau kita mendengarnya, karena sering kali anak-anak yang belum lancar membaca apalagi mengenal huruf, dengan keras membaca gambar sesuai imajunasinya tanpa mengerti tulisan yang sesungguhnya. Seperti dalam buku cerita bergambar SI Kancil yang cerdik, ada gambar buaya yang mulutnya terbuka lebar, Ribka TK.A-2 membca dengan suara lantang katanya : “ Buaya mulutmu ojok mangap-mangap, aku takut loh”.
Buku adalah jendela dunia. Dengan mengenalkan buku pada anak sejak usia dini, maka anak-anak akan tertarik untuk membaca sehingga wawasannya akan semakin luas dan anak menjadi cerdas. Menjadi fasilitator yang baik bagi anak adalah kunci sukses menumbuhkan minat bacanya.
Jadikan kegiatan membaca sebagai sebuah kegiatan yang membuat anak-anak senang dan gembira.
Red. Wulandari
-
there are no comments yet